Rabu, Februari 03, 2010
|
by D i c K y ' S
Cublak-Cublak Suweng, Tebak Orangnya atau Kelilingi Lapangannya

Kalau orang Amerika punya
truth or dare, orang Jawa punya
cublak-cublak suweng. Sama-sama sebuah permainan yang mengharuskan pesertanya melakukan hal lain jika tak mampu melakukan satu hal yang diharuskan, namun
cublak-cublak suweng melibatkan lebih banyak pemain sehingga tak heran bila permainannya lebih seru. Ejekan ringan dan derai tawa pun mengalir, membuat suasana menjadi ramai.
Bagaimana cara mainnya? YogYES akan menguraikannya untuk anda yang sudah lupa atau ingin belajar memainkannya. Pertama, kumpulkan dulu rekan-rekan anda sebanyak-banyaknya. Agar permainan lebih seru, minimal perlu ada lima orang. Kemudian, siapkan benda tertentu, biasanya berupa kerikil, sebagai benda yang nanti akan disembunyikan oleh anda atau salah satu rekan anda yang ikut bermain.
Nah, sesudahnya, hom pim pa dan ping sut dahulu untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang yang harus menebak pemegang kerikil. Orang yang harus menebak adalah orang yang kalah dalam ping sut dan ia harus duduk menungging dengan kepala mencium lantai dan mata ditutup. Sementara, peserta lain menengadahkan telapak tangan di punggung orang yang harus menebak. Satu peserta kemudian bertugas memegang kerikil atau benda lain yang akan disembunyikan.
Permainan kemudian dimulai dengan menyentuhkan kerikil ke setiap telapak tangan peserta lain. Sepanjang permainan, peserta mendendangkan lagu
cublak-cublak suweng. Syairnya, "
cublak-cublak suweng, suwenge teng-gelenter, mambu ketundung gudel, pa empo lera lere, sopo ngguyu ndeliake". Setelah sampai pada kata
ndelikake, kerikil harus digenggam oleh peserta yang tangannya terakhir kali disentuh.
Setelah kerikil digenggam, orang yang harus menebak bangun dan duduk bersimpuh. Sementara peserta lain menyanyikan lagu, "sir, sir pong ndelik gopong" sebanyak mungkin hingga orang yang harus menebak menentukan siapa yang menyembunyikan kerikil. Sambil menyanyi, telunjuk tangan digoyangkan dan diarahkan ke orang yang harus menebak. Dia hanya diberikan kesempatan satu kali. Bila tak berhasil, dia akan menjadi orang yang harus menebak pada permainan berikutnya.
Kalau anda menjadi orang yang harus menebak, anda mesti hati-hati agar tidak gagal menebak untuk yang kedua kalinya. Kalau sampai gagal, bisa-bisa anda diminta mengelilingi lapangan atau bangsal tempat bermain dengan lari jongkok. Atau, kadang diminta memenuhi permintaan yang aneh-aneh dari peserta lain. Tak enak bukan? Maka, anda mesti mempunyai trik agar dapat menebak dengan benar.
Sumber
Rabu, Februari 03, 2010
|
by D i c K y ' S
Rabu, Februari 03, 2010
|
by D i c K y ' S
Indonesia adalah sebuah gugus pulau yang terhampar luar, dari Sabang hingga Merauke. Wilayah yang sangat luas ditambah adanya faktor laut dan gunung, yang cenderung mengurangi interaksi antar daerah tersebut, mengakibatkan lahirnya variasi budaya yang luar bisa, termaksud seni musik tradisional. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir seluruh wilayah memiliki seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Untuk lebih mudah mengenalinya, ia dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu:
Instrumen Musik Perkusi
- Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, (baik menggunakan tangan ataupun stik). Instrumen musik ini antara lain: Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya. Gambar disamping adalah gamelan.
Instrumen Musik Petik
- Instrumen musik ini antara lain: Kecapi, Sasando, Sampek dan lain sebagainya. Gambar disamping adalah kecapi.
Instrumen Musik Gesek
- Instrumen musik ini antara lain adalah Rebab. Gambar disamping adalah rebab.
Instrumen Musik Tiup
- Instrumen Musik Tiup antara lain: Suling, Tarompet, Serompet, Selompret, dan lain sebagainya. Gambar disamping adalah suling (flute)
Rabu, Februari 03, 2010
|
by D i c K y ' S

Propinsi : Sumatera Barat
Deskripsi
Tarian Lilin pada asasnya merupakan sebuah tarian yang dipersembahkan oleh sekumpulan penari dengan diiringi sekumpulan pemuzik. Para penari ini akan membawa lilin yang dinyalakan pada piring yang dipegang pada setiap belah tangan mereka. Penari ini akan menarikan tarian secara berkumpulan dengan memusingkan piring yang mempunyai lilin yang menyala secara berhati-hati agar piring tersebut sentiasa mendatar, dan lilin tidak terpadam.
Sumber